Rahasia Menjadi Penulis Handal

"Inspirasi yang melintasi langit fikiran kita tidak datang begitu saja, dia tidak bisa diciptakan atau dimunculkan sesaat saja, keberadaannya adalah augerah dari tetesan Nur Illahi yang bergema dalam nurani kita dan tidak sesiapapun bisa mendengarnya kecuali fikiran kita.

Dan jari jari kamulah yang mengalirkannya kedalam bentuk tulisan tulisan dan sebagian darinya dihantarkan oleh lisan yang kemudian menjadi inspirasi dan makanan bagi jiwa jiwa yang membutuhkannya sebagai Nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala".

Bismillahirahmanirrahim.

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.

Sahabat yang dimuliakan Allah,

Dalam suasana yang bahagia ini, Izinkan saya, atas nama Pena Nuruddin Al-Indunissy berbagi Motivasi dan Inspirasi tentang sebuah seni menulis dan mengintip kebahagiaan didalamnya.

Sebelum memulai membuka rahasia penulis handal, ada tiga Hal yang harus saya sampaikan sejujurnya.

Hal pertama;

Harus saya katakan sejujurnya disini adalah; bahwasannya saya adalah bukan penulis handal, tapi penulis bahagia yang bahagia dengan setiap tulisan saya.

Hal kedua;

Adalah bahwa saya tidak pernah belajar cara menulis secara khusus, tidak memiliki latar belakang jurnalistik dan tidak pernah kuliah di kampus syariah. Jadi mohon maaf atas keterbatasan isi tulisan Ini.

Hal ketiga;

Alhamdulillah, saya sangat bahagia memperhatikan tulisan saya mulai 'didengar' setelah perjalanan panjang saya yang baru berani menulis beberapa bulan lalu.

Di catatan ini saya sangat ingin sesiapa saja yang pernah terinspirasi oleh catatan saya mengetahu "rahasia" atau hal hal sederhana yang perlu diketahui untuk memunculkan minat berani menulis yang saya kategorikan dalam point point berikut;

  • Menulis dari Hati.
  • Tanamkan keyakinan, bahwa apa apa yang anda alirkan dari hati anda akan didengar dan sampai kehati pembaca.

    Jadi menulislah dari hati, karena dalam hati terdapat bisikan kebenaran. Ketika kita menuliskan kebenaran, tulisan kita akan mudah direspon oleh hati hati yang lain. Karena hati manusia cendrung kepada kebenaran.

    Jangan hanya menuliskan apa yang ada difikiran, karena fikiran sangat terpengaruhi oleh nafsu dan pengaruh lingkungan dimana kita berada.

    Niatkan dalam hati kita, bahwa "Tulisan saya adalah sebagai bentuk syukur saya, atas Inspirasi yang baru saja saya temukan. Saya berharap semoga menginspirasi siapa saja yang membaca"

    Lalu mulailah menulis.

    • Memperhatikan dan Menulis Setiap Inspirasi

    Sahabat pena yang dimuliakan Allah,

    Dalam hidup kita terdapat ribuan atau bahkan mungkin jutaan ide dan Inspirasi yang terlintas dalam setiap pengalaman hidup kita, baik itu pengalaman sedih atau senang.

    Dalam saat saat tertentu ruhani kita membisikan kebenaran, itu merupakan ilham dari Allah yg menuntun kita dalam menapaki kehidupan ini. Saya yakin ini terjadi disetiap hati manusia, disetiap harinya.

    Perlu diketahui, yang membedakan penulis sama pembaca pasif hanyalah sedikit.

    Seorang Penulis adalah mereka yang rajin menuliskan bisikan bisikan inspirasi itu tepat saat itu juga (sebelum lupa) kedalam media yang ada dihadapannya. Bisa kertas, bisa hape atau Laptop.

    Sedangkan pembaca Pasif, adalah mereka yang mendengar bisikan inspirasi itu lalu tersenyum dan melakukannya atau mengabaikannya, tanpa menulisnya.

    Yang perlu diperhatikan kemudian adalah, bisa saja hal sederhana bagi kita, tapi bisa jadi itu adalah hal yg luar biasa bagi yang lain. Karena hal atau inspirasi yang terlintas dalam nurani kita adalah sifatnya berupa kebenaran (ingat pembaca akan suka kepada kebenaran, karena kebenaran hanya satu)

    Sebagai Ilustrasi untuk gambaran; Di tempat saya belajar,ada sebuah buku yg sengaja diberikan untuk mencatat

    Setiap hari ketika saya dapat ideu langsung saya goreskan ideu tersebut disana, dan sebelum saya pulang kerja saya sobek kemudian saya salin ke laptop dan di publish ke facebook dan blog dikamar, sebelum tidur..

    Bahkan sering karena begitu inginnya menumpahkan ide tersebut ke teman teman sobekan kertas itu saya pindah ke HP saat istirahat yang hanya satu jam.

    Hasilnya tentu saja tidak langsung terlihat, diawal awal saya menulis hanya 1 atau 2 saja yang klik "like" atau "suka" bahkan dihari kedua saya nulis tidak ada yang menjamah sama sekali :)

    Dan saya terus menulis.

    • Berbahagia dalam Menulis

    Sahabat yang diridhai Allah.

    Yakinkan dan katakan kepada diri sendiri bahwa seorang penulis adalah salah orang yang berbahagia, karena dengan tulisan itu kita telah menyediakan makanan jiwa bagi pembaca yang siap disantap dimana saja setelah di publikasikan. Terlepas waktu kapan dan dimana, terlepas tulisan itu menjadi karya besar atau tidak, terlepas karya tersebut menghasilkan uang atau tidak - bahkan terlepas di baca atau tidak, lalu yakinkan bahwa menulis adalah ADALAH SATU KEPUASAN JIWA UNTUK SAYA.

    Coba anda perhatikan?

    Penyayi Agnes Monica. Apakah dia populer oleh suaranya saja?

    Tentu tidak... banyak orang yg indah suaranya dan pandai memamerkan suaranya tapi mereka tidak populer. Seorang Agnes populer bukan saja karena suarannya tapi karena kualitas lyric yang ia bawakan?

    Siapa yg menciptakan liric itu ?

    Tentunya bukan agnes sendiri saja, tetapi jasa pengarang lagu atau penulis

    Dan lihatlah.

    Disini penulis itu tidak populer tapi saya yakin dia berbahagia setiap saat lagu yang ia ciptakan di dengar diseluruh negeri, apalagi di nyanyikan aktris terkenal dan kemudian menjadi sountrack soundtrack film layar lebar dan televisi..

    Inilah sebuah bentuk kepuasan Jiwa.

    "Karena membahagiakan orang lain adalah kebahagiaan"

    • Selektif, Inovatif dan Inspiratif

    Dalam menulis kita juga harus Selektif, dalam artian cermat dalam memilih ide.

    Tidak perlu menuliskan keluhan, aib sendiri dan kesedihan tanpa ujung dengan harapan orang lain kasihan dengan kita?

    Kesedihan dan kekecewaan ceritakan saja kepada yang berhaq mendengarnya.

    Jangan mencemari tulisan tulisanmu, karena itu akan menebar keresahan bagi orang lain dan ga' bagus buat kesehatan.

    Kita bisa saja "Curhat" atau menumpahkan kesedihan dalam tulisan kita dengan Visi dan Misi tertentu.

    Misalnya dengan tujuan agar tulisanmu bisa menyentuh pembaca dan bernuansa natural. Atau anda menjadikan target ABG yang sedang patah hati diseluruh negeri sebagai object sebuah karya anda.

    Atau anda sedang menargetkan konsumen tertentu semisal; Pasangan pasangan yg sedang bersedih pasca cerai, para penjelajah cinta segitiga, kisah perselingkuhan misalnya......itu syah syah saja, karena penulis seperti itu juga terbukti "sukses meraih pasar..".

    Tapi ingat, karya seperti itu hanya bertahan musiman saja. Dan untuk memulai menjadi penulis berkualitas, menurut saya tidak perlu begitu. Jangan memulai dengan memprioritaskan kepada uang atau money oriented. Mulailah dengan menebar manfaat, karena dengan itu dengan sendirinya manfaat dan ridho Allah akan datang. :)

    • Pemilihan Tema

    Jangan bingung dengan kata tema Ini.

    Untuk menjadi penulis yang 'tampil beda' kita harus berbeda dalam mengartikan kaidah dan bahasa penulisan.

    Tema saya definisikan sebagai sesuatu yang menjiwai tulisan secara menyeluruh.

    Apa yang kita tulis mengarah kepada satu topic yang disebut tema.

    Tema ditentukan sebelum memilih Judul. Jika judul bisa dibubuhkan belakangan, tema harus ditentukan pertama kali sebelum menulis atau ketika kita mengarahkan kemana arah inspirasi yang kita bawa tersebut.

    Ini agar tulisan terarah dan pembaca akan puas membaca sesuai dengan tema yang dia cari yang terlihat dari Judul yang anda pilihkan.

    Jadi ketika kita mengusung tema syariah yang kemudian di spesifikan lagi menjadi harokah kemudian lebih dispesifikan lagi menjadi dakwah atau jihad atau khilafah.. dsb. Bahasan lain semisal hal hal pribadi, atau pemikiran kita disertakan sebagai topic pendukung.

    • Pemilihan Judul

    Sahabat,

    JUDUL YANG MENARIK Akan menarik perhatian pembaca lebih banyak. Semakin banyak pembaca yang mengapresiasi karya kita akan semakin MEMACU MOTIVASI kita untuk menulis dan juga bisa kita jadikan tolak ukur kualitas tulisan kita.Perhatikan dua judul tulisan berikut, dan bedakan;

    Judul 1; "Tamasya kerumah Nenek"

    Judul 2; "Senyum dibalik garis keriput wajah Nenek"

    Mana yang lebih menarik?

    Saya secara pribadi akan lebih tertarik membaca tulisan dengan judul ke dua.

    • Editing

    Hal pertama yang perlu kita lakukan setelah selesai menulis adalah membaca kembali, membuang dan menambahkan serta memperindah paragraf pertama dan menyisipkan hal bermanfaat di tengah atau akhir tulisan.

    Paragraph pertama adalah sangat penting setelah judul (disamping isi yang berkualitas)... karena setelah pembaca membaca judul, dan paragraf pertama, disinilah pembaca akan memutuskan; melanjutkan membaca atau langsung cabut meninggalkan goresan pena kamu yang sudah susah payah kamu tulis..Banyak tulisan yang saya temui dan isinya luarbiasa serta syarat manfaat tapi diabaikan pembaca. Artinya pesan tulisanmu tidak sampai kepada yang kamu tuju.

    • Isi Tulisan

    Dalam tulisanmu, usahakan ada satu pesan yang ingin kamu sampaikan yang menjadi kesimpulan dari keseluruhan tulisan.

    Jiwai isi tulisan yang anda tulis.

    Jika tulisan itu berupa fiktif, usahakan anda masuk kedalam tokoh utama atau salah satu tokoh didalamnya.

    Taburi setiap lembarnya dengan kebenaran yang bersumber dari Al Hadits dan Al Qur'an.

    Ini terdengar berat, tapi sebenarnya tidak. Jika kita takut salah, jangan menulis sebuah Ayat atau Hadits, kita cukup memunculkan Isi dari Ayat atau Hadits tersebut.

    Sebagai referensi, kita juga harus membuka Kitabnya sendiri.

    Hal ini juga tidak berat. Saat ini sudah tersebar tafsir tafsir Al Qur'an dan Hadits Hadits digital di Internet. Kita hanya harus cermat dalam memilih.

    Agar tulisanmu tidak kosong atau hanya berupa fikiran fikiran yang sangat cendrung dipengaruhi emosimu.

  • Keyakinan & Kesungguhan
  • Dalam setiap awal menulis.

    Yakinkan bahwa tulisan yang kamu goreskan itu sangat penting dan layak baca.

    Keyakinan adalah hal utama, bagaimana pembaca akan yakin membaca karya anda kalau anda sendiri tidak yakin??? Setelah berkeyakinan penuh, bersungguh sungguhlah dalam menulis. Karena dengan keyakinan dan kesungguhan itu kita akan menghasilkan karya yang berkualitas. Insya Allah.

    • Sinergi Antar Paragraf

    Jadikan antara paragraf pertama dan berikutnya......hingga akhir sebuah sinergi yang memiliki keterkaitan. Agar pembaca bernafsu untuk membaca semua tulisanmu dan menemukan pesan didalamnya.

    • Expresikan Dirimu

    Jangan sekali kali menjerat dirimu dengan pemikiran bahwa kamu tidak tahu cara menulis.

    Lepaskan kaidah kaidah penulisan yang kamu pelajari di sekolah atau dikampus kampus, mulailah ber-expresi dan tunjukan bahwa gaya bebasmu mampu mengalahkan penulis penulis yang terikat gaya sastra.

    • Lepaskan Ketakutan

    Jangan dikira semakin banyak pengalaman hidup dan Ilmu yang kamu miliki akan memacu semangatmu untuk menulis.

    Semakin banyak yang kita ketahui justru akan membuat kita semakin takut dan hati hati menulis. Karena otak kanan dan otak kirimu akan tarik menarik.

    Otak kirimu memerintahkan jarimu agar tulisanmu Ilmiah dan berdasarkan data data. Sementara otak kananmu menyuruhmu menyajikan sebuah seni Indah dalam tulisanmu.

    Sedikit abaikan otak kirimu, karena kamu bukan sedang menulis laporan, skripsi atau tesis.

    Jadikan karyamu indah dengan diksi diksi atau pilihan kata agar menyentuh hati pembaca.

    Karena keindahan deretan kata yang kamu bubuhkan akan menjadi kualitas yang tidak dimiliki penulis penulis Ilmiah.

    Tapi, ketika hal yang kamu sajikan adalah Hal hal yang bersifat Informatif; jangan sekali kali menjadikan ruang catatan karyamu sebuah karangan bebas. Karena itu hanya akan jadi bahan tertawaan orang orang yang mengetahui.

    • Diksi, Kesan dan Ciri Khas

    Dalam tulisan kita, tambahkan diksi (pilihan kata) yang menjadi ciri khas karya kita.

    Jangan sekali kali copy paste tanpa menampilkan referensi. Karena hal tersebut akan mencemari tulisan kita, hingga karya kita terkesan tidak professional.

    Tampilkan sebuah ciri khas dari gaya masing masing. Hal Ini terserah kreatifitas dan inovasi masing masing.

    Sebagai gambaran,

    Saya hampir selalu memoles karya karya kecil saya yang berbentuk tulisan dengan menambahkan sentuhan diksi diksi puitis untuk menyentuh hati pembaca untuk memanjakannya.

    • Personal Brand & Copyright

    Personal Brand, adalah bukan hal utama. Tapi dari inilah kita dikenal. Seperti anda mengenal saya dengan Nama ....

    Personal Brand bukan untuk kesombongan, hanya sebuah tanda pengenal. Jadi ketika anda sudah siap untuk menerbitkan sebuah buku, Personal Brand itulah yang nanti akan dipakai sebagai Copyright Karya Anda.

    Copyright atau Hak Cipta adalah tingkatan berikutnya.

    Setelah karya anda diminati pembaca secara luas dan anda mulai percaya diri untuk menerbitkan buku. Disanalah kita ngurus ngurus Copyright kepada yang berwenang.

    Saya juga belum pernah ngurusin hal ini :)

    Tak apa apa, yang penting mulai nulis saja dan tebarkan manfaat dengan karya karya kecil yang berkualitas.

    • Jihad dan Ikhlas

    Dari Anas bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu." Riwayat Ahmad dan Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.

    Ikhwahfillah,

    Tidak dipungkiri. Pena bisa saja lebih tajam dari Lidah.

    Sertakan Ikhlas dan Niat Berjihad Menegakan Kalimat Allah dalam setiap tulisan Kita. Agar setidaknya, jika tulisan kita tidak menjadi karya terkenalpun tulisan kita telah bernilai dakwah dan Insya Allah kita telah memiliki amal ibadah yang baik sebagai pahala dan mencari keridhaan Allah.

    • MULAILAH MENULIS

    Perjalanan menempuh ratusan ribu kilometer harus dimulai dengan 'satu langkah kaki'.

    Penulis handal setingkat Habiburahman El Shirazy atau Adnan Oktar dengan Pena Harun Yahya misalnya, tidak akan begitu saja terkenal dan membuahkan karya besar yg diterjemahkan dan di konsumsi jutaan umat di seluruh dunia kalau tidak memulainya dengan satu tulisan.

    Mulailah menulis.

    Sertakan Ikhlas dan Jadikan setiap tulisanmu untuk meraih pujian dari Allah azza wajala untuk semata mata meraih keridha'an Nya.

    Jangan berorientasi uang dulu..

    Jika Allah Ridha, apa sih yang tidak Ia punya untuk kebahagiaanmu di Dunia yang sebentar ini dan Akhirat yang abadi nanti?

    Point selanjutnya; Anda bisa menentukan sendiri.

    Silahkan berkonsultasi dan cari tambahan referensi yang kuat dari buku yg pernah anda baca, atau bertanya kepada 'om Google. (Insya Allah tulisan ini masih akan saya sempurnakan)

    KITA AKAN SANGAT TERINSPIRASI OLEH KARYA KARYA BESAR YANG KITA BACA, PERBANYAKLAH MENGAPRESIASI KARYA KARYA MEREKA KARENA ITU ADALAH MAKANAN BAGI JIWA DAN AKAN MENGASAH KEKUATAN JARI JARI KITA DALAM MENULIS

    Referensi : Salah seorang sahabat & buku2 pengetahuan

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Silahkan berikan kritik&saran anda ke komentar berikut

    Translate

    Artikel Rekomendasi